Saat
ini hanya rindu yang merajai hati ini, aku harap akan ada pertemuan wlau itu
hanya sesaat. Hanya bayangmu yang selalu menyeruak dalam pikiran. Berharap kau
akan sellau ada di sisiku dalam waktu yang lama, tapi keadaan tidak
mengijinkan. Ruang dan waktu seolah tak nampak. Apapun itu saat ini aku hanya
merindukanmu, tak peduli dengan bualan banyak orang. Wlaupun kadang bualan itu
mampu membuat hati ini diam tak bekerja, menolak akan sesuatu yang tidak mampu
untuk dibendung. Alasan mengapa rindu ini selalu menyeruak adalah, kenangan
yang tidak mampu aku haps dalm pikiran, Kenangan yang setiap kalinya selalu
menyeruak tanpa di minta, kenangan yang membuat hati ini berdegup kembali dan
merasakan cinta yang seharusnya itu
haram bagiku sekarang.
Saat
kau mngatakan bahwa kau sendirian, kau butuh seseorang yang bisa menemanimu
setiap saat. Saat itupula aku menyerahkan seluruh hati yang kupunya untuk
memberikannya kepdamu. Aku yang selalu berada disisimu setiap saaat. Tapi apa
dikata ternyata itu hanya bualan semata. Kau bilang kau lupa dia, kau bilang
kau benci dia, kau bilang kau tidak mencintainya lagi tapi mengapa kau masih
menemuinya? Apa kau sampai hati untuk melakukan seperi itu? Apakah aku yang
terlalu bodoh?
Pada
saat aku menangis kau hanya tersenyum tak menjlaskan apa apa. Apakah aku begitu
lucu ketika itu? Apakah aku terlalu bodoh pada saat itu? Menangisi hal yang
seharusnya aku tidak lakukan.
Sekarang
hal itu menyadari ku, bahwa kau tidak hanya membohongiku dengan sikap palsumu
itu tapi kmu juga membodohi ku dengan kata dan juga hati yang seharusnya bukan
untukku. Maaf telah membuatmu repot dengan segala perhatianku kepadamu. Sampa
saat ini aku masih mencintaimu. Jaga diri baik baik. Jaga dia yang sudah
menjadi pengisi hatimu. Aku mencintaimu.
‘Tears’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar